Album Review: VIXX – Eau de VIXX

Setahun lamanya berlalu setelah album mereka yang bertajuk ‘Shangri-La‘ dirilis, VIXX kini masih mempertahankan takhtanya sebagai concept-dols. Meskipun konsep yang diadopsi oleh VIXX selalu beragam di setiap era, VIXX perlahan mulai meninggalkan konsep yang terlihat gamblang di depan mata penikmat musik K-pop. Mulai dari lagu, video klip, koreografi, dan bahkan lirik di album ketiga ini menghadirkan konsep secara samar yang meninggalkan jejak interpretasi yang berbeda pula bagi pendengar.

ncodp3

VIXX
2018/Jellyfish Entertainment
Genre: K-pop, Dance Pop, R&B

Tracklist:
1. Scentist*
2. Odd Sense
3. Silence
4. My Valentine
5. Circle
6. Good Day
7. Escape
8. Trigger
9. Resemble
10 Navy & Shining Gold

Konsep yang diadaptasi pada album ‘Eau de VIXX’ oleh VIXX kali ini adalah parfum dan wewangian. Dedikasi VIXX terhadap konsep memang tidak tanggung-tanggung karena album fisik mereka juga menghadirkan kartu beraroma parfum yang diracik sendiri oleh masing-masing member VIXX. ‘Eau de VIXX’ dari segi musikalitas juga cukup berbeda dibandingkan dengan karya mereka sebelumnya. Lagu-lagu di album ini secara keseluruhan terdengar lebih groovy dan lebih berkiblat pada R&B. Oleh karena itu, album ini juga memberikan ruang bagi para vokalis untuk bernyanyi di rentang nada yang lebih rendah sehingga mereka dapat memamerkan suara baritone mereka.

Aroma wewangian pertama yang ditebarkan bagi pendengar adalah ‘Scentist’. Kata ‘scentist’ sendiri memang tidak terdaftar di kamus bahasa Inggris. Kata tersebut dibuat oleh leader VIXX yaitu N dan dia menjelaskan bahwa ‘scentist‘ merupakan perpaduan dua kata dari ‘scent‘ dan ‘artist‘. ‘Scentist’ memiliki sedikit kesamaan dengan ‘Shangri-la’ yaitu penggunaan synth yang chill dan beat trap, tetapi lagu ini tidak mengikuti langkah ‘Shangri-la’ seutuhnya dan malah menyajikan beberapa keunikan tersendiri.

VIXX tidak lagi mengikuti aturan umum susunan pembagian bait lagu di K-pop bahwa subvokalis menyanyi di verse, vokalis pendukung menyanyi di hook atau bridge, dan vokalis utama menyanyi di chorus. Leo dan Ken sebagai vokalis utama bahkan menjadi rapper secara singkat dan serta Ravi mendapatkan dua porsi waktu untuk rap, hal yang jarang terjadi di lagu-lagu VIXX. Vokal VIXX menjadi semakin solid seiring waktu dan musik mereka pun semakin mendewasa. Walaupun konsep tentang parfum terdengar indah, konsep ini sebenarnya terinspirasi oleh novel ‘Perfume: The Story of A Murderer‘ karangan Patrick Süskind yang merupakan novel bergenre thriller tentang obsesi seorang pria dalam membuat parfum terbaik sepanjang masa.

Lagu kedua yang berjudul ‘Odd Sense’ sangat kentara dengan genre R&B dan berpatok pada melodi utama yang dikenalkan saat intro tiba. Suara Hongbin dan Hyuk dimanfaatkan dengan amat baik di lagu ini. ‘Odd Sense’ pun diakhiri dengan modulasi dengan semua member saling bernyanyi. Kemudian, pendengar segera disambut dengan musik ala house dan dentuman bass yang energetik di lagu selanjutnya yaitu ‘Silence’. Ketika pendengar menantikan beat drop yang tak kalah asyik, pendengar malah diberi anti-drop yang sangat groovy. Meskipun chorus terdengar seperti diambil dari lagu yang berbeda, tetapi hal itu yang membuat ‘Silence’ menonjol di album ini.

‘My Valentine’ semakin membuktikan bahwa album ini memang terpengaruhi influens yang cukup signifikan dari genre R&B. Sama seperti tiga lagu sebelumnya, ‘My Valentine’ juga tidak terdengar bombastis dan memberikan porsi menyanyi lebih besar kepada Leo dan Ken dalam memamerkan falsetto mereka. Pendengar masih disajikan genre R&B dengan ‘Circle’, tetapi sayangnya ‘Circle’ tidak memiliki klimaks di tengah lagu.

Sebelum pendengar berprasangka bahwa ‘Eau de VIXX’ adalah album yang monoton, ‘Good Day’ yang bernada ceria dengan lantunan gitar yang funky mengalihkan perhatian pendengar dari wilayah genre R&B. ‘Good Day’ juga mengingkatkan pendengar pada lagu-lagu ceria khas yang biasa dibawakan oleh VIXX di setiap album. Ravi kembali unjuk gigi dalam kemampuannya yang semakin matang dalam menciptakan lagu di lagu ‘Escape’. ‘Escape’ lebih berorientasi pada Hip-Hop dan beberapa member diberi kesempatan dalam melakukan rapping, tetapi nada yang melankolis membuat ‘Escape’ menjadi lebih berkesan di telinga.

Genre EDM dan synthpop mulai muncul di lagu ‘Trigger’ dan lagu ini menawarkan suasana yang chill. ‘Trigger’ memang tidak menunjukkan R&B, tetapi lagu ini menambah tingkat kohesif yang dimiliki oleh ‘Eau de VIXX’. Album VIXX tentunya belum lengkap tanpa adanya lagu ballad dan ‘Resemble’ menghadirkan ballad yang menggabungkan piano, gitar, dan strings. N pun mulai tampil berani dalam menciptakan lagu melalui ‘Resemble’.

Album ini diakhiri oleh ‘Navy & Shining Gold’ yang juga merupakan warna resmi fandom VIXX bernama ‘Starlight’. Lagu ini seperti nama judulnya, memang ditujukan bagi fans VIXX. Seperti ‘Good Day’, lagu ini juga menyuarakan karakteristik musik khas VIXX dari beberapa tahun lalu.

Berbeda dengan era sebelumnya, VIXX tidak lagi menyanyikan lagu-lagu yang dramatis dan fantastis seperti ‘Voodoo Doll‘ atau ‘Fantasy‘. Album kali ini terasa seperti parfum yang sekilas tercium biasa saja, tetapi susunan komposisi bahan yang membentuk aroma parfum tersebut dapat diteliti lebih jauh. ‘Eau de VIXX’ juga memiliki banyak hal menarik yang dapat dicatat oleh pendengar ketika pendengar memperhatikan setiap lagu atau memutar album ini lebih dari sekali.

‘Eau de VIXX’ sudah dipastikan merupakan hal yang tergolong baru bagi fans lama VIXX, tetapi VIXX harus tetap mengembangkan kreativitas mereka seiring waktu bergulir. Tidak semua orang akan menyukai perubahan musikalitas yang dialami oleh musisi. Di sisi lain, musisi juga akan merasa terbebani apabila dia tidak bisa mengekspresikan dirinya melalui musik. Akhir kata, ‘Eau de VIXX’ patut diapresiasi atas karya musik mereka yang banting setir ke genre R&B dan mencoba menghadirkan suasana musik yang chill dan groovy.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s