Album Review: Monsta X – The Connect: Dejavu

Melihat dari music film mengenai time-travelling yang terlihat sangat apik dan teaser yang dihadirkan oleh Monsta X, sudah jelas bahwa mereka tidak takut untuk bereksperimen kembali. Musik yang mereka tunjukkan kali ini sangat jauh berbeda daripada yang sebelumnya, tetapi ciri khas dari musik Monsta X masih kentara terdengar di telinga.

KEqfua.jpg
Monsta X 
2018/Starship Entertainment
Genre: K-pop, Dance Pop, Hip-Hop, R&B

Tracklist:
1. Jealousy*
2. Destroyer
3. Fallin’
4. Crazy in Love
5. Lost in the Dream
6. If Only
7. Special

Monsta X adalah boygroup yang terbentuk pada tahun 2015 dari Korea Selatan. Mereka merupakan finalis dari audisi yang ditayangkan sebagai acara televisi bertajuk ‘NO.MERCY‘. Monsta X sudah menemukan ciri khas musik mereka dari awal mereka debut dengan lagu ‘Trespass‘. Musik synth yang keras nan kencang, dua gaya rap yang saling berlawanan namun melengkapi dari Jooheon dan I.M, dipadukan dengan barisan vokal yang lembut tetapi energetik menjadi formulasi permanen Monsta X untuk setiap lagunya. Meski begitu, mereka tidak segan untuk melakukan eksperimen dan keluar dari zona nyaman.

Mereka memulai eksperimen musik mereka di album sebelumnya yaitu ‘The Code’ dengan title track andalan yaitu ‘Dramarama‘. Chorus yang sangat catchy, alunan gitar elektrik yang funky, dan performa Monsta X yang powerful sukses membawakan Monsta X piala perdana di salah satu music show di Korea Selatan. Dalam album ‘The Connect: Dejavu’, Monsta X membuat jejak eksperimen musik yang lebih jauh daripada sebelumnya.

Di awal album, pendengar segera terbawa deja vu dengan hentakan musik yang groovy dengan sampel synth yang samar sebagai latar belakang ‘Jealousy’. Chorus yang catchy mengingatkan kita kepada Michael Jackson pada era 90-an. Sama seperti ‘Dramarama’, Jooheon dan I.M kembali memadukan rap mereka yang komplementer sebagai breakdown yang ditemani oleh musik trap di bridge. ‘Jealousy’ pun diakhiri dengan bisikan vokal dari Hyungwon.

Layaknya roller-coaster, ‘Destroyer’ menyambut telinga pendengar dengan nada piano yang melankolis dan vokal yang meneriakkan rasa keputusasaan dan harapan pada saat yang sama. Hal yang menarik lainnya dari ‘Destroyer’ adalah alunan gitar elektrik pada post-chorus dan penggunaan synth di sini yang minimalistik. ‘Destroyer’ menunjukkan influens dari Linkin Park dan lagu ini juga dihadirkan dalam music film mereka bertajuk ‘The Connect: D’.

Lagu ketiga yaitu ‘Fallin” menyajikan ciri khas lagu-lagu Monsta X pada umumnya yaitu penggunaan synth yang sangat intens dan berorientasi pada genre hip-hop. Pendengar mungkin akan merasa kaget terhadap drop yang disajikan pada bagian chorus. Uniknya, ‘Fallin” terasa seperti fragmen tiga lagu yang masing-masing dijembatani oleh transisi yang cukup rapi.

Album Monsta X terasa belum lengkap jika tidak ada lagu bergenre R&B. ‘Crazy in Love’ memberikan ruang bagi Shownu, Minhyuk, dan Hyungwon untuk unjuk gigi vokal mereka. Meskipun ini lagu R&B, Monsta X masih menyelipkan sampel synth yang biasa mereka gunakan tepat sebelum chorus dimulai.

Dilansir dari video khusus tentang preview album ‘The Connect: Dejavu’ oleh Monsta X sendiri pada Vlive, Kihyun menobatkan ‘Lost in the Dream’ sebagai lagu favoritnya. Benar saja, lagu ini amat didominasi oleh vokal Kihyun yang dikenal halus namun kuat. ‘Lost in the Dream’ merupakan permata yang tersembunyi dari album ini karena lagu ini menggunakan orkestra/strings yang dramatis serta mengalunkan melodi yang lirih.

Telinga pendengar kembali diberi waktu rehat dengan ‘If Only’ yang diciptakan oleh salah satu member Monsta X yaitu Wonho. Setelah sukses dengan ‘From Zero‘ di album sebelumnya yaitu ‘The Code’, Wonho lebih percaya diri dalam mengkomposisi lagu dan kembali merilis lagu buatannya sendiri. ‘If Only’ sendiri terdengar ballad dan cocok untuk sebagai relaksasi setelah mendengarkan empat lagu yang sangat bervariasi.

Tak mau ketinggalan, Jooheon juga tampil berani dalam membawakan lagu ciptaannya sendiri yaitu ‘Special’. Lagu ini diawali dengan lantunan paduan suara singkat yang misterius ala medieval dan pendengar tanpa ragu segera dihajar oleh dentuman musik hip-hop serta teriakan dari Jooheon. ‘Special’ juga menandakan ciri khas musik Monsta X yang sebelumnya. Album ini pun diakhiri oleh semua member yang menyerukan kalimat ‘Here comes Monsta! Get out of the way!‘ dalam bahasa Korea.

Monsta X patut diapresiasi karena mereka mencoba bereksperimen dengan warna musik yang baru (terutama pada ‘Lost in the Dream’). Walaupun begitu, Monsta X sepertinya masih enggan melepas diri mereka sepenuhnya dari bayang-bayang musik mereka yang dulu. Mungkin saja, mereka melakukan perubahan ini secara bertahap sembari mencari identitas musik baru yang memang cocok untuk semua vokal dan rap di Monsta X. Semoga identitas musik baru yang disematkan pada Monsta X dapat membawakan mereka ke puncak dan tidak lagi dicap dengan label underrated di dunia K-pop.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s