Video Game Review: Magium

Karena spesifikasi handphone sudah naik derajat sedikit, aku mencari-cari video games yang menarik di Play Store. Video game yang menjadi prioritas utama untuk diunduh adalah video game yang bergenre RPG. Awalnya aku tertarik untuk memainkan Mobius Final Fantasy atau Brave Exvius Final Fantasy, tetapi aku mengurungkan niatku setelah membaca sekilas keluhan orang-orang mengenai mahalnya biaya membayar items di kedua video game pay-to-play ini. Secara tak sengaja aku melihat sebuah rating game RPG yang bernilai 4.9 di halaman rekomendasi aplikasi dan tanpa ragu aku langsung memainkan Magium.

unnamed

Magium
2016/Magium Games
Platforms: Android
Genre: RPG, CYOA, Text-Based

Gameplay

Magium merupakan sebuah video game bergenre Role-Playing Game (RPG) dan Choose Your Own Adventure (CYOA). Video game ini juga adalah game text-based sehingga tidak ada ilustrasi ataupun animasi yang sering kita temui di kebanyakan video game. Magium seperti halnya sebuah novel bergenre fantasy yang interaktif.

Pemain dapat memilih alur cerita berdasarkan opsi dialog yang dipilih oleh pemain. Aksi yang akan dilakukan oleh pemeran utama juga dapat ditentukan seperti melanjutkan petualangan, melawan musuh, menghindar musuh, menolong orang, berbicara, atau bahkan diam. Satu pilar penting yang menarik dari Magium adalah kontribusi status pemeran utama terhadap plot cerita.

page

Tampilan dari Magium Book 1: Chapter 1.

Pemain dapat menambah status seperti Strength, Toughness, Hearing, Observation, Speed, Reflex, Ancient Language, Combat Technique, dan Premonition. Poin untuk menambah status diberikan sewaktu-waktu. Jalannya cerita juga bergantung kepada stat yang dimiliki oleh pemain pada saat itu. Jika pemain menentukan untuk melawan musuh yang kuat tetapi level Strength pemain belum memenuhi syarat, pemain akan menemui ajalnya dan pemain dapat mengulang chapter tersebut atau bahkan mengulang dari awal atau dari hasil save game.

photo1038175015594469323.jpg

Tampilan dari stat pemeran utama.

Untuk sejauh ini, Magium memiliki Book 1 yang berisi 11 chapter dan Book 2 yang baru memiliki 1 chapter saja. Agar pemain dapat mengakses Book 2, pemain harus mencapai minimal sebanyak 25 dari 35 achievements. Kembali lagi ke poin utama, achievement ini dapat diraih dengan memilih aksi atau menambah stat hingga level tertentu. Jika pemain malas melakukan backtrack untuk mendapatkan achievement tertentu, pemain bisa membayar game ini untuk dapat membaca Book 2 dan terbebas dari iklan.

Plot

Magium menceritakan seorang mage pemula bernama Barry yang tidak memiliki kemampuan bertarung secara khusus atau latar belakang akademik yang bagus. Meski begitu, Barry bertekad untuk mengikuti turnamen bagi seluruh mage yang datang dari segala penjuru kontinen. Hadiah utama turnamen tersebut adalah Magium, sebuah barang sakral yang dapat menganugerahi pemenang menjadi salah satu mage terkuat.

Sepanjang petualangan, Barry bertemu banyak orang dan makhluk hidup lainnya yang menjadi teman seperjuangannya atau bahkan musuh yang tak segan untuk menghabisi Barry. Beberapa kota yang menjadi saksi bisu dari sejarah kelam yang terjadi pada 600 tahun yang lalu, dijelajahi oleh Barry demi memenangkan turnamen. Pilihan yang dijalani oleh Barry dapat mempengaruhi apa yang akan terjadi pada kota-kota yang disinggahi olehnya, atau bahkan mengantarkan dirinya kepada maut.

Aftermath

37119355

This game is so addicting! Meskipun game ini tidak menyajikan animasi atau bahkan ilustrasi sama sekali, Magium mampu membuat rasa penasaran pemain terus terpancing agar tetap membaca cerita hingga satu book selesai. Musuh yang ditemui oleh pemeran utama pun beragam sehingga pemain pun tidak merasa bosan menikmati setiap adegan penuh dengan action-packed. Ditambah dengan sentuhan intrik politik dan isu sosial, Magium juga menawarkan cerita yang agak kompleks dan depressing.

Karakter-karakter utama yang ada di Magium pun memiliki watak yang unik dan latar belakang yang berbeda-beda. Barry juga bukanlah sekedar avatar pemain dalam sebuah video game. Ia digambarkan sebagai seorang mage amatir sarkastik yang hampir berevolusi menjadi seorang anti-hero yang penuh dengan rahasia. Sejauh ini, aku ingin mengetahui latar belakang “The Creator” yang maha perkasa dan berwujud dalam seorang lelaki muda enigmatik bernama Eiden. Aku harap pembuat Magium akan menceritakan sosok Eiden lebih jauh di chapter selanjutnya.

Unsur replayable dari Magium tidak bisa diremehkan karena masing-masing aksi dapat menghasilkan alur cerita yang bercabang. Jika pemain merasa bosan membaca paragraf yang sama, pemain dapat langsung menge-scroll untuk memilih pilihan yang berbeda. Unsur replayable Magium pun semakin kuat karena replay tidak menghabiskan terlalu banyak waktu.

Hanya saja, iklan yang numpang lewat tiba-tiba dapat mengganggu konsentrasi pemain yang sedang fokus mengikuti cerita. Alangkah lebih baik, iklan yang ditampilkan bukanlah iklan yang full screen yang sampai menghasilkan suara. Iklan berupa banner kecil yang diselipkan pada bagian bawah layar mungkin masih bisa ditoleransi oleh pemain.

Ternyata Magium Games bukanlah suatu tim pengembang video games, tetapi satu orang saja dan pembuat Magium mengakui bahwa Magium merupakan karya tulis pertamanya. Aku pun mengangkat topi karena diksi yang diambil, disusun dengan apik untuk membentuk plot cerita yang tidak membosankan. Agar dapat mengikuti perkembangan cerita Magium, pembuat Magium selalu memberikan update di thread forum Magium yang ada di: https://forum.choiceofgames.com/t/magium-the-mage-tournament-first-book-now-available-on-google-play/19501.

Overall, Magium merupakan salah satu video game yang mampu menghadirkan cerita RPG yang baik secara magis tanpa menggunakan atribut yang bermacam-macam. Jika pembaca senang memainkan visual novel dan menggemari genre RPG, tak ada salahnya mencoba Magium yang murni berbasis teks. Semoga pembuat Magium dapat menyelesaikan karyanya yang rencananya akan berlanjut hingga Book 3.

Rating: 9/10

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s