Album Review: B.A.P. – Noir

Sebenarnya, aku sudah mengetahui bahwa B.A.P. telah comeback beberapa hari yang lalu. Meski begitu, aku baru menyempatkan diri untuk mendengarkan title track dari album terbaru B.A.P. yaitu “Skydive” hari ini. Tak henti-hentinya aku menonton MV dari Skydive yang sangat intens dan kembali terjebak dalam nostalgia. B.A.P. kembali menghadirkan lagu yang mengingatkan pendengar akan title track B.A.P. terdahulu seperti “Warrior“, “No Mercy“, dan “One Shot“.

BAP_NOIR_ONLINE COVER_

B.A.P.
TS Entertainment/2016
Genre: K-pop, Hip-Hop, R&B, Dance, Jazz

Tracklist:
01. Le Noir
02. Skydive*
03. Ribbon in the Sky
04. Killer
05. Fermata
06. Confession
07. I Guess I Need U
08. Chiquita
09. Walk
10. Now
11. Kingdom (Korean Ver.)

B.A.P. yang merupakan singkatan dari Best Absolute Perfect, adalah boyband asal Korea Selatan yang dibentuk pada tahun 2012 silam. Pada debut pertamanya, B.A.P. merilis lagu berjudul “Warrior” dan menghadirkan konsep “bad boy” yang dieksekusi dengan baik. Berkat lagu debut mereka yang powerful namun fresh di K-pop scene saat itu, nama B.A.P. segera melejit di kalangan penikmat K-pop di Korea Selatan maupun internasional.

Ketika B.A.P. meluncur dengan mulus pada masa keemasannya, mereka terhambat masalah yang berkaitan dengan label tempat B.A.P. bernaung. Segenap anggota B.A.P. terutama sang leader yaitu Bang Yongguk, mengajukan perkara hukum mengenai ketidakadilan TS Entertainment terhadap pembagian upah yang tak merata dan tempat tinggal yang tidak layak. Walau B.A.P. sempat mengalami hiatus selama setahun lebih, kasus ini akhirnya diselesaikan di meja hijau dengan kemenangan di tangan TS Entertainment.

Banyak fans K-pop yang bersimpati kepada perjuangan B.A.P. dalam menuntut keadilan agar idols di Korea Selatan diperlakukan secara manusiawi. B.A.P. menutup masa hiatus mereka dengan merilis lagu “Young, Wild, and Free” pada akhir tahun 2015, namun mereka harus memulai segalanya dari titik nol. Sangat disayangkan bahwa B.A.P. tak hanya kehilangan waktu produktifnya sebagai sebuah grup musik, tetapi juga beberapa fans yang mungkin sudah gelisah menunggu hiatus yang tidak menentu.

Setelah merilis beberapa mini album dan single album, B.A.P. akhirnya berani membuktikan bahwa mereka adalah boyband yang fleksibel dengan segala genre musik di album kedua bertajuk “Noir”. Kisah yang terjadi di bawah atap pekatnya malam dimulai dengan “Le Noir” yang bergenre jazz lounge dan biasa dimainkan di banyak bistro. Kali ini, Moon Jongup mengalunkan vokalnya yang sudah terasah bersama dengan Yongguk yang sesekali mengucapkan kata-kata dalam bahasa Inggris dengan nada rendah yang khas.

Tanpa basa-basi, adrenalin pendengar segera dipompa ketika title track “Skydive” diputar. “Skydive” merupakan perpaduan dari industrial rock dan electronic serta meneriakkan karakteristik musik yang selama ini dibawakan oleh B.A.P. dengan apik selama bertahun-tahun. Tak hanya dari segi musikalitas, music video dari “Skydive” pun mengajak penonton untuk merasakan ketegangan tanpa habis selama 10 menit lebih. MV dari “Skydive” secara sekilas terlihat seperti MV dari “One Shot”, tetapi MV dari “Skydive” menawarkan plot cerita yang lebih kompleks dan interaksi antar karakter yang lebih mendalam.

Untuk tetap menjaga pacing agar tetap stabil setelah “Skydive” diputar, lagu selanjutnya adalah “Ribbon in the Sky” yang memamerkan falsetto dari Jung Daehyun. B.A.P. kembali memulas gradasi warna pada hasil karyanya dengan melantunkan lagu “Killer” yang bergenre funk. Seluruh anggota yang menjabat posisi sebagai vokalis pun unjuk gigi suara masing-masing dengan menyelipkan ad libs di beberapa bagian lagu.

B.A.P. sepertinya tidak mengenal kata lelah dalam membawakan lagu-lagu yang memiliki genre yang beraneka ragam. “Fermata” yang kental dengan suasana R&B mengajak penonton untuk menenangkan diri sejenak sembari menatap cakrawala matahari terbenam. “Confession” memiliki alunan opera dan orkestra yang mampu membuat bulu kuduk meremang. Lagu ini didedikasikan penuh untuk anggota yang berperan sebagai rapper di B.A.P. meliputi Yongguk dan Zelo.

“I Guess I Need You” juga merupakan lagu yang bergenre R&B dengan paduan trap, tetapi lebih enerjetik daripada “Fermata”. Kejutan lainnya yang diam-diam dipersiapkan oleh B.A.P. adalah “Chiquita” yang merupakan lagu disco yang dihiasi dengan brass khas motown. Akhirnya, B.A.P. membawakan lagu akustik  yang santai pada “Walk”.

Track selanjutnya yang masih berbau akustik sempat membuat aku terkejut karena “Now” merupakan lagu solo dari Jongup. Padahal beberapa tahun lalu, Jongup tidak mendapat porsi menyanyi yang lebih dan masih malu-malu kucing untuk menunjukkan kemampuan vokalnya yang penuh potensial di depan publik. Perjalanan malam monokrom pun ditutup dengan “Kingdom” yang dinyanyikan dengan bahasa Korea. Lagu ini kembali melemparkan pendengar ke masa debut B.A.P. karena “Kingdom” merupakan title track dari album pertama Jepang B.A.P..

“Noir” memberi tempat kepada beberapa vokalis yaitu Jongup, Kim Himchan, dan Yoo Youngjae  untuk bersinar dan memaksimalisasi kemampuan mereka dalam bernyanyi. Dari segi musikalitas, “Noir” mengungguli album sebelumnya yaitu “First Sensibility” dan mereka tidak takut untuk menjelajahi genre musik yang beragam. Sayangnya, sang leader yaitu Yongguk, tidak bisa ikut mempromosikan album “Noir” karena sedang dalam tahap penyembuhan untuk mengobati panic disorder yang dideritanya.

B.A.P. merupakan salah satu boyband asal Korea Selatan yang telah mengecap pahitnya industri K-pop yang belum mendewasa. Meskipun banyak orang yang berpendapat bahwa fans B.A.P. kini tidak sebanyak dahulu, B.A.P. tetap berjuang untuk berkarya dan memproduksi lagu-lagu yang berkualitas di K-pop scene. Salut untuk B.A.P..

Advertisements

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s