Anime Review: One Punch Man

One Punch Man adalah anime yang sedang booming banget di internet. Banyak orang yang bukan penggemar anime pun menyukai One Punch Man dan bahkan One Punch Man sempat menjadi sorotan di situs web 9gag. Aku pun penasaran ingin menonton seluruh episode One Punch Man. Seperti biasa sebelum menonton, aku mencari-cari rating anime tersebut dan kebanyakan reaksi penonton pun positif. Okay, that’s it. I’m going to watch One Punch Man.

One Punch Man merupakan anime bergenre action dan superhero dan durasi One Punch Man terbilang lebih sedikit daripada anime lainnya (total 12 episode). One Punch Man menceritakan seorang lelaki berumur 25 tahun bernama Saitama. Saitama dapat membasmi monster hanya dengan satu pukulan saja (maka dari itu judulnya adalah One Punch Man) dan tidak memiliki niat untuk berbasa-basi setiap pertarungan dimulai. Meski begitu, Saitama mengatakan bahwa dia hanyalah seorang pahlawan untuk mengisi kesenangan saja. Namun, komitmen Saitama untuk menjadi pahlawan iseng berbelok ketika ia bertemu seorang cyborg bernama Genos yang ingin menjadi murid Saitama. Dunia baru mulai menyambut Saitama dan Genos ketika mereka berdua mendaftarkan diri menjadi superhero secara resmi di kota mereka.

One Punch Man sebenarnya memiliki plot yang sederhana, tetapi anime ini menawarkan adegan action yang berbeda daripada anime yang menawarkan tokoh superhero pada umumnya. Masih ingat Dragon Ball, Saint Seiya, dan Naruto yang menghabiskan lebih dari dua episode hanya untuk mengalahkan satu boss saja? Sejauh yang kutonton, One Punch Man hanya memakan waktu satu jam alias dua episode untuk mengalahkan satu boss yang sangat kuat. Rasa penasaranku pun tergelitik karena keputusan pembuat One Punch Man yang merencanakan adegan pertarungan yang beralur cepat.

Ternyata, One Punch Man adalah manga/anime parodi dari anime bergenre action lainnya. Dari sini, aku bisa memahami perasaan para pembuat One Punch Man yang (mungkin) kesal menonton beberapa episode hanya untuk melawan satu boss saja. Belum lagi dengan flashback masa lalu di sana-sini yang bisa menghabiskan beberapa episode tambahan. One Punch Man mencoba untuk menghapus stereotipe anime bergenre action yang seperti itu. Karakter utama One Punch Man yaitu Saitama, jarang mengobrol panjang saat pertarungan akan dimulai dan Saitama juga jarang menyebutkan jurus pukulannya.

567e7867bf57d_567e785d7742b_1319131272

The legendary Saitama’s face

Bisa dibilang bahwa Saitama merupakan seorang anti-hero. Penonton dapat merasakan bahwa dia juga seorang manusia biasa yang berbelanja di supermarket, mencari-cari diskon harga, browsing di internet, membaca komik, dan menonton TV. Selain itu, karakter Saitama sendiri juga merupakan tokoh parodi. Dia sangat over-powered dan bahkan terkena semburan api pun dia tidak terbakar. Aku juga menyukai hubungan persahabatan antara Saitama dan Genos karena mereka merupakan dua individu yang jauh berbeda.

Secara keseluruhan, aku menikmati One Punch Man dan aku juga tidak sabar untuk menonton season kedua. One Punch Man merupakan salah satu anime yang memiliki daya tarik tersendiri dan menghadirkan karakter-karakter yang likeable. Banyak orang mengatakan bahwa One Punch Man merupakan anime yang sangat overhyped, tetapi hal itu tidak berarti bahwa One Punch Man bukan anime yang layak untuk ditonton. Salut untuk pengarang manga One Punch Man dan pembuat animenya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s