Experience of Listening to K-Pop for ± 6 Months

Sepanjang aku menjelajahi jenis musik K-pop setelah hiatus dari dunia K-pop selama dua tahun lebih, aku tidak habisnya kagum dengan musik K-pop yang telah mendewasa ini. Sejak revolusi K-pop telah terjadi dengan adanya peraturan mengenai idols yang harus diperlakukan dengan baik, banyak idols yang bermekaran dengan nuansa musik yang sangat variatif. Walaupun mereka sama-sama bernaung di bawah atap bernama K-pop, beberapa idols memiliki karakteristik yang berbeda-beda dan karakter khas mereka yang membuat mereka masih digemari oleh masyarakat hingga sekarang.

Pertama kali yang menyeretku kembali ke dunia K-pop adalah BTS atau dalam bahasa Korea dibaca dengan Bangtan Seonyeondan yang berarti Bulletproof Boyscouts. Kuakui bahwa BTS terdiri dari anggota yang sangat bertalenta dan mereka juga membuat lagu mereka sendiri. BTS merupakan hip-hop boyband dan musik mereka banyak terinspirasi oleh musik Hip-hop Amerika pada era 90’an. Lirik lagu yang dibuat oleh BTS pun rata-rata bertema kaum muda yang menentang sistem tirani yang ada di masyarakat. Selain tenar karena musik hip-hopnya dan liriknya yang bagus, BTS juga sering menghadirkan koreografi dance yang terbilang cepat dan powerful. Tidak heran BTS saat ini memiliki fanbase yang luar biasa besar, terutama fanbase internasional, dan mereka datang dari sebuah company yang kecil (bukan termasuk The Big Three: SM, YG, dan JYP).

BTS from left to right: J-Hope, V, Jimin, Rap Monster, Suga, Jungkook, Jin

Lalu, ada satu boyband yang tak kalah unik lainnya yang berhasil menarik perhatianku. Mereka bernama VIXX dan sudah dijuluki sebagai ‘the kings of concept’ di dunia K-pop. VIXX selalu mengadaptasi suatu tema dalam setiap comeback-nya. Konsep yang mereka angkat bukan hal-hal yang sekedar melibatkan ‘bad boys’ atau ‘cutie pies’, melainkan tema seperti vampir, superhero, video games, Hyde/Jekyll atau film Fight Club, body horror, sci-fi dengan bumbu romansa, halusinasi/penolakan realita, hingga ‘love slaves’ yang mengarah ke BDSM. Misalnya jika VIXX memilih konsep sci-fi, mulai dari lirik lagu, musik, music video, hingga koreografi dance pun akan berbau konsep sci-fi. Music videos yang mereka tawarkan pun memiliki plot cerita yang bisa dinikmati. VIXX juga memiliki vocal line yang kuat dan stabil ketika bernyanyi sambil berdansa mengikuti koreografi. Suara mereka pun memiliki range yang luas mulai dari low, middle, hingga high range.

VIXX from left to right: Hyuk, Hongbin, Ken, N, Ravi, Leo

Aku juga mulai menikmati B.A.P. yang khas dengan image ‘bad boys’ dan kebanyakan music video B.A.P. bertema action. Music video B.A.P. yang berjudul One Shot juga keren sekali dan aku benar-benar menghargai music video yang memiliki plot cerita yang bagus. Selain itu, aku juga menemukan boyband parodi bernama Big Byung hasil bentukan duo komedian Brave Double Tiger yang menyanyikan lagu bertema “first world problems”. Anggota-anggotanya pun berasal dari beberapa boyband lainnya. Sayangnya, Big Byung hanyalah proyekan iseng sehingga mereka tidak melakukan promosi lagu-lagu mereka lebih lanjut.

B.A.P. from left to right…maaf belum hafal nama-nama anggotanya kecuali Bang Yongguk dan Hiimchan :hammer

Yep, I know I’m not into Korean female singers and girlbands in particular. Jadi, aku tidak akan membahas girlbands atau female singer secara detil. I’m sorrrryyyyy~

Dari segi lingkungan di sekelilingku sendiri, K-pop sudah tidak menjadi musuh bebuyutan seperti pada tahun 2009-2011. Sudah banyak orang yang terbiasa, meskipun masih ada beberapa yang masih bersikap defensif terhadap K-pop. Aku tetap menghargai pendapat orang lain, tetapi aku kadangkala merasa lelah membaca opini temanku yang menyudutkan K-pop karena tingkah laku mereka yang seperti perempuan dan blah blah blah hal sexist lainnya.

Kesimpulan: musik K-pop semakin beragam (aku pun sudah membahas mengenai revolusi K-pop) and I love it. Aku juga tidak hanya menjelajahi dunia K-pop populer, musisi indie lainnya pun aku lahap seperti Hyukoh, Jung Joon Young, Clazziquai Project, Humming Urban Stereo, dan lainnya. Semoga keberagaman musik K-pop semakin berkembang dan semakin banyak idols yang mencoba untuk membuat lagu mereka sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s