The Revolution of K-Pop

Kurasa sudah genap dua setengah tahun aku meninggalkan dunia K-pop. Aku meninggalkan dunia K-pop semenjak salah satu anggota boyband EXO-M yang bernama Kris menuntut perusahaan musik tempat dia bekerja dan kemudian Kris pun mengundurkan diri dari EXO-M. Padahal, dia adalah leader dari EXO-M dan aku juga kecewa mendengar kabar itu.

Aku mencari-cari boyband atau girlband lain mungkin akan menarik hati, tetapi tak ada hasil. TVXQ belum ada kabar lagi, Super Junior tentunya sedang hiatus, dan 2PM juga mulai tenggelam ketenarannya akibat kasus kecelakaan Nichkhun yang disebabkan oleh alkohol. Akhirnya, kuputuskan untuk meninggalkan dunia K-pop sejenak atau mungkin selamanya.

Hiatus itu berakhir ketika aku menemukan sebuah komen YouTube di channel milik TheFineBros yang berisikan, “Please, react to BTS – Dope!” dengan likes yang mencapai ratusan.

Who the hell is this BTS? Why is everyone so excited about YouTubers reacting to them? Jadi, aku memutuskan untuk mengetik BTS – Dope di search bar YouTube dan menontonnya. Ternyata, itu adalah boyband Korea Selatan bergenre Hip-Hop. Pertama-tama, aku mengangguk pelan di awal lagu dan sambil memuji salah satu anggota berwajah tampan yang memakai seragam polisi.

Saat lagu memasuki chorus, aku langsung tercengang. Melodi saxophone yang funky, lirik lagu yang berbeda daripada lagu-lagu K-pop kebanyakan, dan gerakan dance yang cepat tapi sesuai dengan nada lagu membuatku terus memerhatikan video klip ini hingga akhir. Mungkin aku agak berlebihan tetapi rasanya aku baru saja menyaksikan bentuk revolusi dari musik K-pop.

Yep, I finally joined the ARMY (stands for Adorable Representative M.C. for Youth) fandom.

Sembari aku menikmati karya-karya lagu BTS yang mereka ciptakan sendiri (masih jarang boyband Korea yang bisa membuat lagu sendiri), aku menjelajahi situasi blantika K-pop pada tahun 2015. Setelah melakukan beberapa riset, K-pop memang sudah berubah sedikit demi sedikit. Perusahaan-perusahaan yang berperan seperti manufaktur untuk melahirkan boyband dan girlband masih ada, tetapi K-pop telah mengalami pendewasaan dan tidak separah dulu.

Pemerintah Korea Selatan mengeluarkan suatu peraturan baru bagi para idols yang mengatakan bahwa idols harus diperlakukan dengan baik seperti disediakan makanan secara teratur, diberi fasilitas ruangan seperti kamar, studio musik, serta tempat latihan dance yang memadai, dan pembagian upah yang layak. Kulihat juga idols mulai tidak dibatasi untuk pacaran atau menikah dan bahkan hubungan tersebut juga boleh diumumkan ke publik. Tidak ada slave contracts sehingga idols memiliki hak untuk mengundurkan diri dari anggota grup atau dari perusahaan musik. Semenjak peraturan itu keluar, memang banyak anggota yang keluar seperti Jessica Girls’ Generation, Tao dan Luhan EXO-M, Sulli f(x), dan 2AM akhirnya bubar. Namun, industri K-pop menjadi lebih manusiawi dan lebih menghargai jerih payah para idols yang telah dilatih beberapa tahun agar memiliki multitalenta.

Kuharap dengan peraturan ini, tidak ada lagi idols yang menuntut perusahaan musik tempat mereka bekerja ke pengadilan karena pembagian upah yang tidak sesuai. Semoga kasus JYJ (Jaejoong, Yoochun, Junsu), Han Geng dari Super Junior, dan Kris dari EXO-M tidak terulang lagi di kemudian hari.

Setelah mengalami gejolak pada tahun 2013-2014, K-pop akhirnya bangkit lagi pada tahun 2015. Banyak musisi yang telah lama hiatus melakukan comeback, termasuk Big Bang yang sudah hiatus sejak tahun 2012. Musik K-pop kini memang tidak akan sedahsyat seperti pada era 2009-2012, tetapi setidaknya mereka bisa memperlakukan idols selayaknya seorang manusia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s